5 CARA MENGATASI KEMARAHAN ISTRI

5 Cara Mengatasi Kemarahan Istri – Bagaimana cara menenangkan istri yang sedang marah? Ini dia tips mengontrol diri saat istri marah dan meredam kemarahan istri. Mengarungi kehidupan  berkeluarga bukanlah sesuatu yang mudah. Perlu banyak kesabaran. Anda harus memahami dua kepribadian yang berbeda, dua manusia yang berbeda hidup bersama. Tidak mungkin, mereka akan berpikir dengan cara yang sama. Suka dan tidak suka tidak akan pernah sama. Akan ada situasi menjengkelkan. Namun keberhasilan pernikahan terletak pada bagaimana kita “men-setting” diri kita untuk dapat mengatasi situasi ini. Dalam artikel singkat ini, saya akan berbagi dengan Anda beberapa tips (untuk pria) bagaimana untuk menenangkan istri Anda yang marah, dengan tips manajemen kemarahan.

marahan
Meredam kemarahan istri
(Foto dari: www.simplybest10.com)

Istri Anda marah? Apakah dia berteriak pada Anda?. Jangan khawatir, itu sangat normal. Tanyakan ayahmu berapa kali ibumu berteriak padanya. Kita semua berteriak. Ini adalah sifat manusia. Jika dia tidak berteriak. Ini adalah situasi yang berbahaya karena itu artinya dia memendam emosinya, yang nantinya akan keluar dalam bentuk yang berbeda. Berikut adalah beberapa tips untuk manajemen kemarahan atau meredam marah istri dan cara mengendalikan emosi bagi suami.

1. Tutup mulut dan tersenyum

Apakah Anda secara emosional cukup kuat untuk melakukan hal ini? Ketika istri Anda mulai berteriak pada Anda untuk sesuatu yang tidak pernah Anda lakukan atau karena sesuatu yang Anda lupa,  bukannya berteriak kembali atau berdebat kembali, apakah Anda cukup berani untuk tersenyum padanya. Kedengarannya sulit, tapi pasti bisa. Anda mungkin berpikir itu cukup bodoh untuk melakukannya, tetapi jika Anda bisa melakukan itu Anda akan membuatnya merasa bahwa dia begitu bodoh untuk berteriak dan pikirannya sendiri akan memaksa dia untuk tenang. Terlebih lagi, jika dia bisa membuat Anda marah, ini berarti dia memiliki kontrol atas emosi Anda. Jadi kendalikan saraf Anda dan tersenyumlah padanya ketika dia berteriak.

2. Mengakui dengan sepenuh hati

Setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan. Tak seorang pun di dunia ini yang belum pernah melakukan kesalahan. Melakukan kesalahan adalah manusiawi, tetapi mengakui kesalahan adalah tindakan yang sangat hebat. Dia juga akan merasa hebat ketika Anda mengakui kesalahan Anda. Tapi jangan lakukan itu dengan cara merendahkan diri. ”

3. Mendengarkannya

Dia mungkin berteriak pada Anda karena bosnya di kantor tidak mendengarkannya atau temannya tidak punya waktu untuk mendengarkan dia. Banyak orang di dunia ini mengalami depresi karena tidak ada orang tempat dia berbagi untuk mendengarkan permasalahan mereka. Anggaplah ini sebagai amal baik dan cobalah untuk mendengarkan saat dia marah-marah berteriak.

bertengkar
Mengalah dan memilih diam saat istri marah
(Foto dari: iamthewordthecomforter.blogspot.com)


4. Mengakui dirinya

Ini menunjukkan bahwa Anda menghormatinya. Tapi ini bukan berarti Anda setuju dengannya. Jika kemarahannya dipicu oleh orang lain mungkin karena menurutnya dia mendapatkan ketidakadilan atau karena dia kehilangan kendali.

5. Pergi keluar

Jika dia marah pada Anda, lebih baik Anda pergi keluar untuk berjalan-jalan dan kembali pada saat ia sudah “dingin”. Tapi jika dia marah pada orang lain,Anda berdua lebih baik pergi keluar untuk berjalan-jalan. Pergilah untuk refreshing dan bersantai, setidaknya itu membantu dia untuk merasa lebih tenang. Biasanya wanita merasa menjadi lebih tenang jika Anda mengatakan padanya bahwa Anda juga merasakan bagaimana rasanya ada orang lain berbuat salah yang membuatnya jadi marah (jika dia yang salah, ini bukanlah waktu yang tepat untuk membuka matanya akan kesalahannya). Atau dengan kata lain, jika dia merasa ada seseorang yang mendukung dia, dia akan merasa lebih tenang dan hormonnya akan kembali ke keadaan normal.

Pernah dengar cerita Umar Bin Khathab dimarahi istrinya?, Untuk yang belum, saya ceritakan secara singkat. Saat Umar Bin Khtahab menjadi khalifah, ada seorang sahabat lain yang ingin mengadukan masalah yang dihadapinya, yaitu dimarahi oleh istrinya. Saat mendatangi rumah khalifah yang saat itu kebetulan pintunya sedikit terbuka, sahabat yang satu ini tidak sengaja melihat Umar sedang dimarahi dan diomeli habis-habisan oleh istrinya. Hampir saja ia tidak jadi mengadukan permasalahannya pada sang Khalifah karena melihat Umar mengalami masalah yang sama dan bahkan lebih berat dari yang dialaminya. Namun karena dia terlihat oleh Umar Bin Khathab dan akhirnya Umar berkali-kali menanyakan keperluannya juga telah berjanji akan membantu setiap permasalahan rakyatnya dalam kondisi apapun, akhirnya sahabat yang satu ini bercerita juga tentang permasalahannya walaupun dengan muka merah karena malu.

Saat itu Umar Bin Khatab mengajaknya keluar dan berkeliling rumahnya yang kecil dan sederhana. Kemudian Khalifah Umar Bin Khathab berkata “Kamu lihat rumahku yang sangat sederhana ini, jangankan untuk mempunyai seorang pembantu, kadang untuk kebutuhan sehari-hari pun aku tidak bisa memberikan yang layak pada istriku, sedangkan aku sendiri begitu sibuk sebagai khalifah dan tidak mampu membantu pekerjan istriku”. Kemudian Umar melanjutkan, “Apa kamu tahu betapa beratnya beban yang dia tanggung, dia membersihkan seisi rumah sendirian, kemudian memasak untukku, juga merawat dan mendidik anak-anakku. Semuanya dia lakukan sendiri karena aku tidak mampu membayar pembantu untuk membantu meringankan tugas-tugasnya. Memuliakan seorang istri di rumah adalah tugas seorang suami. Untuk itu sekedar diomeli oleh istri, kenapa saya mesti marah, jika melihat pengorbanan yang dia lakukan demi keluarga.”

pertengkaran
Sabar menghadapi kemarahan istri
(Foto dari: junejourneytolife.blogspot.com)

Dari kisah inspiratif di atas kita bisa lihat bagaimana Umar Bin Khathab memberi contoh bagaimana mengendalikan emosiagar tidak terjadi pertengkaran. Bukan karena Umar takut dengan istrinya, tapi Beliau menghormati, melindungi dan memuliakannya. Jika istri sedang marah, maka suami harus berusaha menahan diri untuk diam, sebaliknya jika suami sedang marah maka istri harus berusaha menahan diri untuk diam. Jika ingin berbicara, tunggulah beberapa waktu yang cukup sampai emosi pasangan mereda terlebih dahulu. Karena yang disebut pertengkaran adalah jika keduanya saling mengumbar amarah, saling menjawab satu sama lain dan tidak ada yang mau mengalah.

Terima kasih telah membaca artikel tentang cara merayu istri yang sedang marah, Lelaki sholeh. Apabila artikel ini bermanfaat silakan dibagikan, terima kasih.

Tags: Rumah Tangga Bahagia

loading...