TIPS BERCINTA DI BULAN PUASA

Loading...

Tips Bercinta Di Bulan Puasa – Setiap umat Islam tentu tahu bahwa Ramadhan merupakan kesempatan untuk meraih pahala yang berlipat ganda dan sebanyak yang kita bisa. Mungkin untuk sebagian orang, aktivitas seksual pada bulan Ramadhan ini di stop terlebih dahulu, apalagi bagi seorang istri, karena berbagai alasan seperti tidak ingin menodai bulan suci Ramadan, merasa kelelahan karena menyiapkan makanan untuk berbuka dan sahur atau ingin sepenuhnya memperbanyak ibadah yang bersifat ritual. Bulan Ramadhan bukan berarti juga pasangan suami-istri harus berpuasa dari melakukan hubungan suami istri atau berhenti melakukan aktifitas seksual.

Seperti sudah dimaklumi bahwa hubungan intim antara suami-istri haram hukumnya jika dilakukan pada siang hari selama Bulan Ramadhan. Jika ada pasangan suami istri melakukannya pada siang hari, maka kafarat atau denda yang wajib dijalani untuk menebusnya adalah memerdekakan seorang hamba sahaya, jika tidak memungkinkan, karena saat ini sudah tidak ada hamba sahaya, maka harus  berpuasa selama 60 hari atau dua bulan berturut-turut, jika tidak mampu, misalnya karena sakit, maka boleh diganti dengan memberi makan 60 orang fakir miskin. Ketiga hukuman ini bukan bersifat opsional. Jika masih bisa yang pertama maka harus dilaksanakan, jika masih bisa berpuasa 60 hari berturut-turut maka tidak boleh diganti dengan memberi makan 60 fakir miskin.

tips bercinta islami
Mengatur waktu bercinta di bulan puasa

Lain halnya dengan siang hari, hubungan suami istri boleh dilakukan di malam hari. Yaitu dari masuk waktu maghrib hingga datang waktu shubuh. Berikut ini beberapa tips bercinta di bulan puasa agar aktivitas bercinta tetap berjalan lancar selama Ramadan.

1. Hindari Kontak Badan

Agar pasangan suami istri dapat menahan diri saat berpuasa, terutama bagi pasangan muda atau pengantin baru yang baru beberapa bulan atau bahkan beberapa minggu menikah. Sebaiknya para pasangan sebisa mungkin menghindari kontak badan di siang hari yang dapat membangkitkan gairah bersama pasangannya. Misalnya seperti berciuman. Karena jika sudah berciuman akan menginginkan ‘yang lebih dalam’ lagi. Sama halnya seperti ucapan romantis, menggoda, merayu, belaian juga mesti dihindari di siang hari karena bisa menyebabkan bangkitnya gairah.

adab malam pertama dalam islam
Hindari kontak badan dengan pasangan

Demikian juga dengan penampilan, harus dijaga disiang hari Ramadhan, terutama seorang istri. Berpenampilanlah yang wajar dan tidak menarik perhatian juga membangkitkan gairah pasangan. hindari memakai pakaian yang mini, ketat, terbuka, transparan atau seksi meskipun di dalam rumah, juga memakai parfum.

Hal-hal lain yang dapat membangkitkan libido juga harus dihindari, baik itu berupa tayangan TV, bacaan ataupun lainnya.

2. Atur pola makan

Makanlah sesuai dengan kebutuhan tubuh, yaitu dengan mengkonsumsi karbohidrat yang cukup, protein, juga lemak dan vitamin agar kebutuhan nutrisi selama kita berpuasa di siang hari dapat tercukupi. Kalau diperlukan bisa mengkonsumsi suplemen tambahan dan multivitamin. Ada sebagian orang yang mempercayai bahwa dengan mengurangi asupan protein akan mampu menahan libido agar tidak naik selama kita berpuasa, namun sebenarnya hal seperti itu tidak perlu terlalu dirisaukan. Karena selama fikiran terjaga dan kontak badan dengan pasangan seperti disebutkan diatas bisa dihindari, gairah untuk berhubungan suami istri tidak akan timbul.

3. Lakukan dengan niat ibadah

Melakukan hubungan seks suami istri merupakan ibadah yang berpahala besar. Hadits tentang hal ini sudah pernah saya ungkap pada postingan berjudul Manfaat Menikah. Jadi tidak ada salahnya jika pasangan suami istri melakukannya pada malam hari di bulan Ramadhan, karena termasuk ibadah yang berpahala, tentu pahalanya juga berlipat ganda di bulan puasa. Karena itu, sebaiknya jangan merasa terbebani dan lakukanlah dengan hati yang ikhlas agar Anda berdua akan lebih menikmatinya.

pasangan bahagia
Memburu pahala di bulan puasa, tetap bercinta

Dr. Boyke Dian Nugraha, Sp.OG, MARS, sebagaimana dikutip salah satu media online menyebutkan bahwa bagaimanapun, yang namanya seks itu dapat diekspresikan, dapat disublimasikan, dialihkan ataupun ditahan. Cara terakhir, menurut pakar kesehatan reproduksi ternama ini, sebaiknya tidak dilakukan, karena seks yang ditahan-tahan dapat menimbulkan dampak yang negatif terhadap tubuh. Misalnya akan sering muncul keluhan, baik keluhan fisik ataupun psikis, misalnya seperti pusing dan tingkat emosi yang gampang meledak-ledak.

Untuk dapat mengatasinya, dorongan seks harus dapat dialihkan ke dalam aktivitas lain yang tidak bertentangan dengan filosofi berpuasa itu sendiri. Misalnya saja cinta dan gairah kita kepada pasangan dapat kita sublimasikan dengan cinta kepada Allah. Caranya yaitu dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas beribadah di bulan suci Ramadhan. Boyke menuturkan bahwa alangkah baiknya apabila energi yang kita miliki dapat kita salurkan dengan jalan banyak berdzikir, membaca Al-Quran, dan banyak shalat sunat.”

Dengan demikian, dorongan untuk melakukan hubungan seks otomatis akan semakin berkurang. Masih menurut Boyke, berdasarkan penelitian yang sudah dilakukannya, di bulan Ramadhan memang frekuensi hubungan seksual berkurang antara 50-60 persen. Hal ini disebabkan karena banyaknya pasangan suami istri yang mengisi waktunya selama bulan Ramadhan dengan memperbanyak ibadah.

4. Istirahat Yang Cukup

Selama menjalankan ibadah puasa hendaknya tidak bekerja terlalu berlebihan dan mengurangi aktifitas yang tidak perlu, karena hal tersebut dapat mempengaruhi kehidupan seksual seseorang. Ketika seorang suami sudah merasakan capek karena beraktifitas dan bekerja di kantor selama seharian, dan istri juga mungkin merasa kecapean sebab harus memasak dan menyiapkan makanan, melakukan hubungan suami istri biasanya menjadi batal karena masing-masing lebih memilih untuk tidur dan beristirahat. Oleh sebab itu, tidur dan istirahat yang cukup serta menghindari aktifitas yang kurang diperlukan sangat bermanfaat agar stamina tetap terjaga saat akan melakukan hubungan suami istri.

5. Ubah Jadwal

Karena di bulan puasa waktu terasa sempit. Maka Anda harus pintar mencari waktu yang tepat untuk melepaskan hasrat. Apalagi jika Anda termasuk orang yang mempunyai libido tinggi, tentu tidak baik jika ditahan terlalu lama. Ulama besar sekelas Imam Ghazali berpendapat bahwa sebaiknya seorang suami menyetubuhi istrinya tidak lebih dari empat hari sekali. Karena ini merupakan suatu langkah untuk menenangkan istri dan juga merupakan suatu kewajiban. Setelah berbuka di waktu maghrib dan melaksanakan shalat tarawih, Anda masih mempunyai waktu yang panjang hingga memasuki waktu sahur. Anda bisa memanfaatkan waktu ini untuk bermesraan berdua dengan pasangan.

Masih menurut Boyke, Sebaiknya pasangan suami istri juga tidak langsung melakukan hubungan seks setelah makan buka puasa. Menurutnya, saat itu biasanya kantung pencernaan masih penuh dengan makanan. Dalam kondisi seperti ini, hubungan intim tidak akan nyaman untuk dilakukan. Karena saat itu organ pencernaan juga sedang bekerja dengan ekstra keras, sehingga membutuhkan energi yang cukup banyak. Sementara itu energi yang dikeluarkan untuk melakukan hubungan suami istri pun sangat besar. Jadi, energi yang harus dikeluarkan oleh tubuh akan berlipat ganda. Apalagi setelah berbuka banyak rangkaian ibadah yang biasa dilakukan seperti tadarus dan akan segera shalat tarawih. Akibatnya apabila hubungan suami istri dilakukan pada waktu tersebut akan menyisakan perasaan kurang enak yang dapat merusak konsentrasi pasangan dan akhirnya akan mengganggu kualitas dari hubungan intim itu sendiri.

Akan lebih baik jika pasangan melakukannya setelah shalat tarawih. Waktu lainnya yang cukup tepat adalah menjelang makan sahur. Karena di waktu ini pasangan suami istri sudah cukup beristirahat, sehingga kondisi tubuh merekapun sudah lebih lebih bugar. Namun supaya waktunya lebih leluasa lagi, usahakan agar pasangan suami istri bangun lebih awal. Sehingga tidak terburu-buru. Juga ada banyak waktu sisa yang dapat dipergunakan untuk memasak menu  makanan sahur.

pasangan bahagia
Kurangi durasi bercinta

Yang jelas jika sudah mulai ada pikiran-pikiran atau hasrat seksual yang timbul, maka yang paling mudah adalah langsung dibicarakan pada pasangan dan tanyakan bagaimana cara mengatur waktunya. Jika hasrat sudah tersalurkan di malam hari, maka pikiran-pikiran seperti itu jarang muncul di siang hari.

6. Lakukan seks kilat

Selama bulan puasa, tentu kita harus menjaga kesehatan agar fisik tidak lemah dan lesu di siang hari. Apalagi jika Anda dan pasangan sama-sama bekerja. Jika diluar Ramadhan durasi seks Anda bersama pasangan biasanya lebih lama, maka saat Ramadhan usahakan untuk dilakukan dengan lebih cepat, agar tenaga tidak terlalu terkuras. Jika Anda merasa malas karena harus mandi besar di pagi hari yang dingin, Anda bisa mandi menggunakan air hangat.

Itulah tips bercinta di bulan puasa agar Anda tetap dapat melaksanakan ibadah puasa dan aktifitas seksual juga tetap terjaga.

Terima kasih telah membaca artikel tentang bercinta di bulan puasa, bercinta saat puasa. Apabila artikel ini bermanfaat silakan dibagikan, terima kasih.

Tags: Seks Dan Kesehatan

loading...