GAYA HIDUP BERSIH RASULULLAH

Gaya hidup bersih Rasulullah – Islam sejak dahulu mengajarkan kebersihan, baik kebersihan lahir ataupun batin. Bahkan waktu Eropa masih dalam kegelapan sebelum lahirnya renaissance, bangsa Eropa belum mengenal yang namanya mandi. Sejarah mencatat bahwa bangsawan Eropa saat itu masih mandi menggunakan bedak, mereka baru mengenal cara mandi dengan air setelah Islam masuk ke Eropa. Tulisan fanind.com kali ini akan membahas tentang gaya hidup bersih Rasulullah. Agar kita tahu bagaimana Rasulullah mengajarkan kita untuk hidup bersih, namun tidak mungkin semuanya di bahas dalam satu postingan ini. Pembahasan kali ini akan menjelaskan secara singkat tentang sunnah-sunnah fitrah yang merupakan bagian kecil dari gaya hidup bersih Rasulullah.

cewek shalat
Meneladani gaya hidup bersih Rasulullah
(Gambar dari: republika.co.id)

Karena hadits mengenai sunnah-sunnah fitrah ini sudah cukup terkenal dikalangan umat Islam, khususnya para santri, selain itu banyak juga versi yang berbeda-beda mengenai jumlah sunnah fitrah ini. Jadi pada postingan kali ini hadits-hadits tersebut tidak akan saya dicantumkan, mungkin saya tuliskan sebagian pada postingan berikutnya. Tapi, untuk sedikit ‘penyegaran’,fanind.com akan mencantumkan beberapa sunnah fitrah dalam bentuk karya sastra tinggi berupa syair Arab yang ditulis oleh Ulama. Syair ini tercantum dalam kitab Nashaih Al-Ibad karya Syaikh Nawawi. Ini dia syair yang dimaksud.

 

تَمَضْمُضٌوَاسْتِنْشَاقٌقَصلِشَارِبِ      دَوَامُسِوَاكٍوَاحْفَظِالْفَرْقَلِلشعَر

خِتَانٌوَنتَفُالْإِبْطِحَلْقٌلِعَانَةِ       وَلاَتَنْسَالْاسْتِنْجَاءَوَالْقَلْمَلِلظفُر

Berkumur, istinsyak, mencukur kumis, membiasakan siwak, merapikan rambut.

Khitan, mencabut rambut ketiak, menghilangkan rambut kemaluan, jangan lupa istinja dan memotong kuku

Dari syair di atas ada kita melihat ada beberapa sunnah fitrah. Seperti kita tahu bahwa yang namanya sunnah jika dikerjakan akan mendapatkan pahala, asal jangan lupa berniat mengikuti sunnah Nabi SAW ketika melakukannya. Jika mengerjakannya tanpa niat, maka akan menjadi pekerjaan yang biasa saja. Mari kita uraikan sunnah fitrah ini satu per satu.

1. Berkumur

Berkumur saat berwudhu merupakan salah satu sunnah fitrah. Manfaat berkumur tentu kita sudah tahu yaitu untuk membersihkan mulut dan gigi dari sisa-sisa makanan. Selain itu, ilmu kedokteran modern telah melakukan penelitian yang dapat membuktikan bahwa berkumur dapat mencegah peradangan pada mulut dan tenggorokan, juga menjaga gusi dari luka. Selain itu, berkumur juga bisa  menguatkan bagian-bagian tertentu dariotot wajah dan menjaga wajah agar tetap fresh. seorang muslim yang tidak sedang berhalangan pasti sering berkumur dalam berwudlu jika hendak melaksanakan shalat. Selain menghapus dosa-dosa yang dilakukan mulut kita, ternyata memiliki keuntungan secara medis juga khan?.

berwudhu
Fakta ilmiah dibalik wudlu
(Foto dari: megainfo92.blogspot.com)


2. Mencukur Kumis

Kumis yang sunnah untuk dicukur adalah yang sudah melewati bibir bagian atas. Sebaliknya janggut sunnah untuk dipelihara. Ilmu kedokteran modern menunjukan bahwa memelihara janggut bisa mengurangi resiko seseorang terkena kanker kulit antara 90-95%. Itu juga sebabnya wanita karena tidak memiliki janggut lebih sering terkena kerusakan pada sel-sel kulit wajahnya dibandingkan pria, sebagaimana diungkapkan oleh Dr Nick Lowe dari London. Penelitian tentang janggut ini juga dilakukan di  University of Southern, Queensland.

mencukur
Mencukur kumis, gaya hidup bersih Nabi SAW
(Image source: pastipinter.blogspot.com)

3. Bersiwak

Arti siwak adalah menggosok. Sedangkan secara syar’I berarti menggosok gigi dengan sesuatu yang kasar dan bisa membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan. Hukum bersiwak pada awalnya adalah sunnah. Namun sesuai kaidah ushul fikih bahwa hukum itu kadang berubah sesuai waktu dan tempat, maka hukum siwak pun bisa berubah menjadi wajib, makruh atau haram. Menyikat gigi bisa menjadi wajib jika mulut kita bau, misalnya karena makan pete, jengkol atau bawang, sedangkan  saat itu sedang menunaikan shalat Jum’at dan orang disekitar merasa terganggu. Bisa juga menjadi makruh misalnya setelah lewat waktu zhuhur saat sedang berpuasa, ataupun menjadi haram karena memakai sikat gigi/siwak orang lain tanpa izin ^_^.

menggosok gigi
Menggosok gigi, diajarkan Rasulullah
(Sumber foto: merdeka.com)


Ilmu kedokteran modern telah meneliti kayu siwak
yang biasa digunakan umat Islam sejak zaman Nabi SAW, yaitu kayu Salvadora persica, atau yang lebih dikenal dengan nama kayu araq atau peelu. Hasilnya sangat mengagumkan, bahkan Sebuah majalah Jerman menerbitkan tulisan Rowdatt,  seorang ilmuan dan rektor Institut Perkumanan Rostoc Universitity yang isinya menyebutkan bahwa dia telah meneliti kayu siwak yang biasa digunakan bangsa Arab dan hasilnya terbukti secara empiris bahwa siwak mengandung zat yang dapat melawan pembusukan, membantu membunuh kuman, memutihkan gigi, melindungi gigi dari kerapuhan, membantu merekatkan luka gusi dan pertumbuhannya secara sehat, melindungi mulut dan gigi dari berbagai penyakit, juga dapat dibuktikan bahwa siwak dapat mencegah kanker.

kayu siwak
Kayu araq/peelo, banyak khasiatnya
(Gambar dari: isni-center.blogspot.com)


4. Menghirup Air Ke Dalam Hidung Saat Berwudlu

Banyak orang tua yang kurang tepat dalam mengajari anaknya berwudlu, salah satunya adalah mengatakan bahwa berwudlu itu setelah berkumur adalah ‘membasuh’ hidung. Padahal dalam bahasa Arab arti kata istinsyaq adalah mengirup air kedalam hidung, bukan membasuh, kemudian  mengeluarkannya kembali yang disebut dengan istinsyar.Ilmu kedokteran modern membuktikan bahwa menghirup air saat berwudlu dapat menghilangkan beberapa kuman penyebab penyakit membahayakan yang terdapat di dalam lubang hidung.Selain itu jika hal ini dilakukan rutin dan benar saat berwudlu, maka akan lebih mudah terhindar gangguan pernafasan, radang paru-paru, penyakit rongga hidung, dan beberapa penyakit lainnya.

5. Khitan

Manfaat khitan menurut ilmu kedokteran modern sudah banyak kita temui di berbagai media. Padahal saat Islam lahir, ilmu kedokteran belum maju seperti sekarang ini. Ada sekitar 60 studi ilmiah bersepakat pria yang tidak disunat lebih banyak terkena penyakit menular. Bahkan American Academy of Pediatrics merekomendasikan perlunya setiap anak yang dilahirkan untuk di khitan. Oleh sebab itu pula saat ini sekitar satu juta anak di Amerika dikhitan setiap tahunnya.

khitanan
Khitan, kurangi resiko penyakit seksual
(Foto dari: borioipirotis.blogspot.com)

Itulah 5 dari sunnah-sunnah fitrah yang sayasebut sebagai gaya hidup bersih Rasulullah. Sunnah-sunnah lainnya seperti mencabut rambut ketiak, memotong kuku, menghilangkan rambut kemaluan, melumasi kulit (memakai body lotion), merapikan rambut, memakai celak mata dan beristinja akan dibahas pada postingan berikutnya. Semoga bermanfaat! 
—————
Update: Gaya Hidup Bersih Rasulullah Bagian 2

loading...
Terima kasih telah membaca artikel tentang kebiasaan hidup bersih rasulullah. Apabila artikel ini bermanfaat silakan dibagikan, terima kasih.