HUKUM MENDATANGI PARANORMAL (DUKUN)

Hukum Mendatangi Paranormal (Dukun) – Sekarang zaman semakin modern, kemajuan teknologi semakin pesat. Namun masalah klenik (perdukunan) tidak tergerus dengan derasnya arus sains dan teknologi. Bukan hanya di negara berkembang seperti Indonesia, di Negara-negara barat pun yang sudah terbilang maju dan modern urusan yang satu ini tetap saja ada dan menjadi sesuatu yang biasa bagi sebagian orang.

santet
Santet, sedang ramai diperbincangkan
(Foto dari: merdeka.com)

Sebagai Muslim tentu kita punya rambu-rambu tersendiri dalam menjalani kehidupan. Setiap langkah kita dalam mengarungi kehidupan tidak pernah terlepas dari yang namanya syariat. Sangat tidak salah jika kita fleksibel dan mengikuti dinamika kehidupan, lagipula Islam ini agama penyempurna, ajaran yang paripurna dan disiapkan Allah hingga akhir zaman.

Salah satu fenomena yang belakangan ini merebak di dunia hiburan dan juga dunia hukum di Indonesia adalah tentang mistis. Khususnya tentang perdukunan, santet dan sebagainya. dunia infotainment sedang heboh-hebohnya dengan polemik Eyang Subur yang di tuduh Adi Bing Slamet sebagai dukun santet, bahkan didunia maya orang sedang banyak mencari biografi Eyang Subur, sedangkan di DPR saat ini sedang di godok Undang-Undang tentang santet juga.

Bagaimana Islam memandang perdukunan ini? Bagaimana juga sikap kita sebagai muslim dalam menghadapi fenomena semacam ini?. Mari kita simak apa yang di katakan Baginda Rasulullah SAW berikut ini.

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

Siapa mendatangi tukang ramal dan bertanya tentang sesuatu kepadanya, maka shalatnya tidak akan diterima selama 40 malam.” (HR. Muslim)

 

مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Siapa mendatangi dukun atau rukang ramal, lalu membenarkan apa yang dia katakan, maka dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan pada Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Tirmidzi)

Dari kedua hadits di atas tentu sangat jelas bagi kita bahwa hukum mendatangi paranormal (dukun) adalah haram. Bukan hanya itu, jika kita hanya sekedar datang dan bertanya meskipun kita tidak percaya dengan apa yang diucapkannya, maka shalat kita tidak akan diterima selama empat puluh hari empat puluh malam. Na’udzubillah!

Tentu akibatnya lebih buruk lagi jika kita membenarkan dan percaya dengan perkataan seorang dukun atau paranormal, kita bisa lihat sendiri di hadits yang kedua apa akibatnya. Kedua hadits ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya untuk menjaga diri dari hal-hal seperti ini. Apalagi di zaman sekarang paranormal atau dukun itu hampir tidak bisa dibedakan dengan ustadz dari segi penampilan fisik. Jika zaman dulu dukun itu identik dengan baju hitam dan ikat kepalanya, di zaman sekarang dukun sudah memasuki dunia internet, terutama dalam hal ramalan-ramalan. Penampilannya pun kadang seperti ustadz, memakai peci, sorban, baju koko, bawa tasbih dan lain-lain.

DUKUN
Dukun, jangan percaya ucapannya
(Foto dari: www.tempo.co)

Kita memang tidak perlu paranoid. Tidak perlu bersikap berlebihan jika kita menemukan praktek perdukunan di sekitar kita, apalagi jika sampai melakukan perbuatan yang melanggar hukum seperti main hakim sendiri. Kita cukup menghindar dan biarkan masalah lainnya ditangani orang yang kompeten. Jika meresahkan masyarakat, ada aparat hukum yang menangani dan ada MUI dalam ranah ‘vonis’ sesat. Tapi jangan salah, maksudnya menghindar itu adalah jangan sampai kita meminta diramal ataupun bertanya agar ‘kekuatan’ sang dukun dipergunakan untuk menolong kita. Karena mungkin saja ada teman, kerabat atau tetangga kita yang jadi paranormal. Kita tidak dilarang untuk bersosialisasi ataupun bemuamalah dengan siapapun dan tetap seorang muslim itu harus bersikap baik, yang perlu di ingat adalah rambu-rambu yang sudah disebutkan tadi.

Semoga dengan tulisan singkat ini kita bisa tahu hukum mendatangi paranormal (dukun atau peramal. Sekali lagi jangan tertipu dengan penampilan dukun di zaman sekarang. Semoga kita termasuk orang-orang yang bertawakkal.

Wallahu A’lam 

loading...
Terima kasih telah membaca artikel tentang Hukum mendatangi paranormal, hukum datang ke paranormal. Apabila artikel ini bermanfaat silakan dibagikan, terima kasih.