TIPS MUDAH MENDAPATKAN RUMAH TANGGA BAHAGIA

Menikah merupakan sebuah keputusan besar, banyak rintangan yang harus dilewati dan beberapa komitmen yang harus dijaga sampai mati. Meski begitu, nyatanya masih banyak wanita dan pasangannya yang memutuskan untuk menikah karena alasan – alasan konyol. Menurut survey di beberapa negara Asia, kebanyakan pasangan terutama wanita memutuskan untuk menikah karena faktor usia, risih ditanya tentang pernikahan atau karena merasa sirik dengan teman sepergaulan yang sudah menikah.

Jika banyak orang yang menikah karena paksaan dari lingkungan sosial seperti ini, maka tingkat perceraian yang tinggi wajar saja terjadi. Hal ini tentu tidaklah benar, mengingat pernikahan bukanlah sesuatu yang harus terjadi karena “paksaan” dari pihak luar. Menikah artinya mengikat janji hingga mati dan memegang teguh janji yang telah dibuat tersebut apapun yang terjadi.

Satu atau dua bulan pertama pernikahan tentu terasa sangat manis. Satu atau dua tahun pernikahan akan mulai ada bumbu lain yang terasa. Dan tiga tahun berikutnya adalah kejutan tak terduga untuk Anda. Jika Anda sedang merencanakan sebuah pernikahan, simak tips berikut agar Anda memiliki rumah tangga yang bahagia.

Sebelum Memutuskan Menikah

Sebelum kita memutuskan untuk menikah pasti ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dan dimiliki. Kebanyakan pasangan berpikir materi adalah hal yang utama untuk dimiliki sebelum berumah tangga. Namun tahukah Anda, beberapa hal berikut juga wajib Anda dan pasangan miliki sebelum menikah.

1. Saling percaya dan solidaritas

Pasangan harus memiliki rasa saling percaya dan solidaritas yang tinggi. Dan hal ini harus dibangun sejak awal, bukan saat menjalankan pernikahan. Saat Anda sudah menjalani kehidupan rumah tangga bukan tidak mungkin muncul informasi – informasi tentang suami atau istri Anda yang berasal dari sumber tidak jelas. Jangan termakan omongan – omongan semacam ini. Cobalah untuk lebih percaya pada pasangan dibandingkan pada orang lain.

Solidaritas juga penting, karena pernikahan adalah pekerjaan yang melelahkan dan harus ditanggung bersama. Kebanyakan pasangan suami istri bertengkar karena merasa sebagai orang yang paling lelah. Hal ini karena kurangnya solidaritas. Rasa solidaritas muncul sebagai bentuk dari ikatan dan rasa saling  memiliki yang kuat.

2. Satu Visi Dan Misi

Setiap manusia pasti memiliki tujuan hidup yang berbeda, selain itu mereka juga biasanya akan memiliki cara yang berbeda untuk mencapai tujuan itu. Namun menjadi suami istri artinya Anda harus menyatukan dua pikiran menjadi satu. Menyamakan visi dan misi sangat penting untuk masa depan rumah tangga Anda.

3. Biasakan Berdiskusi

Biasakanlah berdiskusi dalam rumah tangga Anda. Menyatukan dua adat, sifat, otak dan latar belakang yang berbeda sudah pasti akan menimbulkan banyak masalah. Belum lagi jika muncul masalah dari luar. Bermusyawarah untuk menemukan solusi sangatlah penting untuk meminimalisir keributan.

4. Bersifat Terbuka 

Berkaitan erat dengan poin sebelumnya, berdiskusi perlu sifat yang terbuka satu sama lain agar mendapatkan solusi yang disepakati bersama. Saat ego dan rasa kesal muncul tidak jarang kita akan mengucapkan “terserah” untuk menghentikan semua masalah. Namun tahukah Anda, hal tersebut hanya akan menambah masalah Anda. Biasakan lah untuk terbuka tentang apa yang Anda rasakan, pikirkan dan alami.

5. Setia

Setia tentu menjadi komitmen setiap pasangan dalam berumah tangga. Siapa sih yang mau diduakan. Sebelum Anda menikah tanyalah pada diri Anda sendiri, “sudah siapkah saya mencintai dia sampai mati?”, “siapkah saya tetap mencintai dia meski dia tidak seperti sekarang ini?”, “Siapkah saya untuk setia?”.

Sebelum pernikahan, Anda mungkin bisa bilang, “saya mengenal pasangan saya 100%.”. Namun setelah menikah, akan ada jawaban yang berbeda. Karena menikah akan membuka topeng yang lama tertutup dan bisa saja mengubah fisik ataupun sifat pasangan Anda. Ketika perubahan itu terjadi, tanyalah pada diri Anda sendiri dan pasangan Anda, mengapa dulu kalian memutuskan untuk menikah dan merasakan cinta yang dalam.

6. Membuat Komitmen

Setia menjaga komitmen. Ya, membuat sebuah komitmen sangat penting sebelum pernikahan. Komitmen inilah yang nantinya menjadi tuntutan Anda sebagai suami ataupun istri. Memenuhi apa yang sudah menjadi komitmen dari awal dan menjaganya sampai akhir merupakan kunci rumah tangga yang awet dan bahagia.

Ada beberapa orang yang menyamakan komitmen dengan perjanjian pra-nikah. Ini tidak salah. Yang jelas memiliki komitmen dalam pernikahan sama seperti memiliki kitab dalam beragama. Kitab inilah yang nantinya menjadi pedoman kita untuk hidup. Seperti itulah kira – kira komitmen bekerja dalam rumah tangga.

7. Menjaga Keromantisan Setelah Pernikahan

Jika beberapa hal diatas sudah Anda miliki sebelum Anda menikah, Anda tentu semakin percaya diri untuk melangkah ke pelaminan bukan? Namun siap untuk memulai tidaklah cukup, siap untuk menjaga rumah tangga tetap romantis dan harmonis juga perlu, dan hal ini lebih rumit dari yang didengar. Berikut tips menjaga keharmonisan rumah tangga Anda.

8. Saling Mendukung

Dalam sebuah keluarga, sifat saling mendukung sangat diperlukan agar merasa terikat dan bahagia. Dukungan, akan membuat seseorang merasa lebih dihargai dan dihormati, dua hal ini sangat penting dalam sebuah hubungan. Maka dari itu jangan pernah berhenti untuk saling mendukung ya

9. Perlakukan Pasangan Penuh Kehangatan

Tak hanya wanita, laki – laki juga suka diperlakukan hangat. Memperlakukan pasangan penuh kehangatan akan mengantarkan rasa cinta kasih Anda dengan bentuk yang lebih konkrit. Pernahkah anda mendengar istilah “tidak cukup dengan mengucapkan “aku cinta kamu”, buktikanlah bahwa kau cinta aku”? Istilah diatas benar adanya, mengucapkan kata cinta sangat mudah namun membuktikan cinta itu lah yang kadang gengsi untuk kita lakukan.

10. Menjadi Pendengar

Semua orang ingin didengar, maka jadilah pendengar yang baik untuk pasangan Anda. Biasakan untuk tidak menyela ucapan pasangan Anda. Dengarkan dengan tenang semua yang diucapkannya. Dan berilah saran jika pasangan Anda meminta, atau berikanlah pelukan dan sedikit belaian saat Anda merasa emosi pasangan Anda naik.

11. Mengutamakan Hubungan

Pertengkaran adalah hal yang lumrah terjadi dalam rumah tangga. Saat pertengkaran terjadi ego akan mengalahkan segalanya. Namun cobalah untuk mengutamakan hubungan ketika ego mulai naik. Hubungan Anda bisa hancur hanya karena ego, namun hal ini tidak akan terjadi jika Anda menaruh ikatan pernikahan diatas segalanya. Bagaimanapun mendapatkan selalu lebih mudah daripada mempertahankan.

12. Lelucon dan Pujian

Tak melulu diskusi tentang masalah atau kehidupan ke depan, sebuah rumah tangga juga perlu bumbu – bumbu cinta yang abadi. Lelucon dan pujian adalah bumbu cinta abadi yang selalu bisa mencairkan suasana. Pujilah pasangan Anda atau ajaklah ia bergurau agar gelak tawa selalu terdengar dan membuat pasangan Anda menjadi semakin nyaman dengan Anda.

Meski terdengar tidak mudah (bahkan ada beberapa yang menyebutnya menyeramkan) namun menikah sebetulnya sangatlah indah dan penuh ilmu. Ilmu kehidupan yang tidak akan Anda dapatkan dari siapapun termasuk dari bangku sekolah. Sejatinya bersabar dan meyakini takdir yang kuasa lah yang akan tetap membuat Anda bertahan menghadapi berbagai badai rumah tangga Anda nantinya.

loading...