TIPS SIMPLE KOMUNIKASI SUAMI ISTRI

Komunikasi suami istri memegang peranan penting dalam menjaga keutuhan sebuah perkawinan. Suami yang bekerja keras di luar rumah, tidak kemudian lepas dari perhatian dan kepeduliannya terhadap urusan rumah. Kalau makanan yang disajikan istri terasa kurang pas, suami dapat merasakan adanya sesuatu yang kurang berkenan pada istri.

Komunikasi suami istri tentang kegiatan masing-masing selama seharian juga bisa menjadi jembatan efektif dalam mengatasi setiap masalah. Bahkan dengan keterbukaan ini, suami-istri dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan masalah yang akan terjadi.

keluarga kecil bahagia

Membangun komunikasi yang baik
(Image: www.markjanzenphotography.com)

Di Barat, belakangan muncul kecenderungan pasangan suami-istri yang mempunyai anak untuk mengambil peran orang tua secara lebih aktif.  Ketika mereka memutuskan untuk mempunyai anak, maka istri biasanya yang memilih tidak atau berhenti bekerja hingga anak berusia setidaknya 5 tahun. Berbagai urusan anak dan rumah tangga dikerjakan istri sendirian. Mereka kebanyakan tidak mengambil pengasuh anak, karena sulit dan mahalnya gaji profesi ini.

Suami yang menjadi pilar ekonomi utama bagi keluarga, bekerja keras hingga larut malam untuk memenuhi kebutuhan hidup dan memanfaatkan waktu libur sepenuhnya untuk berkumpul bersama keluarga. Baik suami maupun istri sama-sama melaksanakan tugasnya menurut pembagian peran yang disepakati secara profesional dan bertanggungjawab.

Kesadaran terhadap keputusan bersama mengenai pembagian peran ini penting agar masing-masing mengetahui dan memahami benar realitas yang mereka hadapi. Secara tidak sengaja kita masih kerap mengunggulkan ego padahal tanggungjawab kehidupan rumahtangga tidak bisa dipikul oleh satu pihak saja.

Ibarat naik kapal, yang menjadi nahkoda memang satu orang. Tapi kita bisa membayangkan betapa beratnya mengendalikan kapal sendirian di tengah arus badai besar di malam yang gelap gulita. Apalagi kalau kapalnya besar dan penuh muatan. Pada kondisi seperti ini kemudi kapal tidak lagi menjadi penting, yang justru lebih utama adalah menjaga kestabilan kapal, menjaganya agar tidak oleng atau bocor, membuang air yang masuk ke kapal, dan sebagainya.

Pembagian peran dalam rumah tangga dilakukan terutama untuk meraih beberapa tujuan sekaligus. Selain untuk berbagi tanggungjawab dan perhatian, pembagian peran ini juga untuk menjaga dan mengurus rumah tangga, mengelola dan meningkatkan ketahanan ekonomi, aktualisasi diri, serta untuk meningkatkan kesadaran dan menghargai ruang dan waktu.

Dengan tujuan dan target yang jelas, pembagian peran juga berfungsi sebagai media interaksi dan komunikasi keduanya dalam mengatasi setiap masalah. Komunikasi suami istri yang baik semacam ini juga mengindikasikan adanya saling pengertian dan pemahaman yang lebih baik terhadap pasangannya.

Terima kasih telah membaca artikel tentang keluarga kecil bahagia, keterbukaan suami istri dalam islam. Apabila artikel ini bermanfaat silakan dibagikan, terima kasih.
loading...