DEFINISI NIKAH DAN MANFAAT MENIKAH

Definisi nikah dan manfaat menikah – Tulisan fanind.com kali ini adalah merupakan rangkaian tulisan lengkap mengenai pernikahan dan problematikanya. Walaupun update postingan tentang pernikahan ini tidak akan teratur karena harus mengisi kategori yang lain dalam blog ini, tapi semoga saja bisa selengkap mungkin nantinya sehingga semua materi inti tentang pernikahan bisa mendekati sempurna dalam blog sederhana ini.

pasangan romantis
Menikah, mengikuti sunnah Nabi saw
(Sumber foto: foto-foto.web.id)

Definisi nikah atau pengertian menikah memang bermacam-macam. Saya coba tuliskan beberapa definisi disini. Dalam Bahasa Arab, kata nikah artinya menyatu atau bersetubuh, sedangkan dalam istilah syara’ nikah adalah suatu akad yang menyebabkan bolehnya bersetubuh dengan istri dengan lafazh nikah atau kawin. Sedangkan pengertian nikah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ikatan (akad) perkawinan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama. Atau dengan kata lain nikah dapat didefinisikan hidup sebagai suami istri tanpa dan bukan merupakan pelanggaran terhadap agama. Dengan demikian pengertian menikah berarti melakukan nikah atau melakukan akad nikah. 

Definisi kawin atau pengertian kawin juga tidak jauh berbeda, Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan kawin dengan membentuk keluarga dengan lawan jenis; bersuami atau beristri; menikah. Atau pengertian lainnya adalah melakukan hubungan kelamin.

Sebelum lebih jauh membahas cara pernikahan islam atau bagaimana menikah secara islam, hari baik nikah juga tips-tips setelah pernikahan yang insya Allah akan saya bahas pada postingan-postingan berikutnya. Pada postingan ini fanind.com akan membahas sebagian keuntungan menikah atau manfaat menikah dari berbagai referensi. Berikut diantaranya:

1. Akan berkecukupan
Orang tua zaman dulu selalu bilang “Gak ada yang kaya dengan membujang”. Mungkin maksud mereka jarang sekali orang yang usahanya maju pesat dan mencapai hidup mandiri dengan berkecukupan tanpa menikah. Menikah itu memang melipat gandakan rezeki, mempermudah urusan, bagaimana tidak, rezeki yang tadinya sendiri-sendiri setelah menikah digabung atau disatukan dengan rezeki suami/istri. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Quran surat An-Nur ayat 32:
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kalian, dan orang-orang yang sudah layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-lakidan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Apabila mereka miskin, maka Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) juga Maha Mengetahui.

Sebagian orang menerjemahkan kata memampukan dengan lebih “ekstrim” yaitu dengan kata meng-kaya-kan atau menjadikan kaya.

menikah
Menikah, pasti Allah cukupkan rezekinya
(Sumber foto: wedding.poetrafoto.com)

2. Mendapatkan cinta dari Rasulullah saw
Karena menikah merupakan perintah Nabi saw dan hukumnya sunnah, maka menikah berarti berpahala karena mengikuti sunnah Rasulullah saw. Selain itu menikah juga bertujuan untuk memperbanyak keturunan yang berarti juga memperbanyak umat Nabi saw dan ini sangat dicintai Rasulullah saw, sebagaimana dalam sebuah hadits:

Nikahlah kalian sehingga jumlah kalian akan bertambah banyak. Sesungguhnya aku akan membangakan kalian pada umat yang lain di hari kiamat meskipun dengan bayi yang gugur ” (HR. Ahmad)

3. Mendapatkan do’a anak shaleh
Do’a anak shalih akan bermanfaat dan terus mengalir saat orangtuanya telah tiada sebagaimana banyak disebutkan dalam berbagai hadits shahih. Bahkan sebagian ulama memberikan penafsiran bahwa meskipun anak tersebut tidak shalih, selama mendo’akan orangtuanya, maka do’anya akan tetap bermanfaat. Untuk memiliki anak tentu saja harus menikah terlebih dahulu.

4. Mendapatkan syafa’at dari anak
Selain syafa’at uzhma dari Nabi saw, orang tua yang memiliki anak shalih juga sangat beruntung, karena dapat memberikan syafa’at pada orang tuanya. Meskipun anak tersebut meninggal sewaktu bayi ataupun sebelum dewasa.

“Anak-anakmu yang masih kecil –dalam riwayat yang lain disebutkan anak-anak mereka yang masih kecil – akan (menjadi) kunang-kunang dalam surga, salah seorang diantara mereka menemui ayahnya, memegang bajunya dan tidak pernah berhenti hingga Allah memasukkan dia dan juga ayahnya ke dalam surga.” (HR. Imam Ahmad, Bukhari  dan Muslim)

keluarga islami
Menikah, mencetak generasi Qurani
(Foto dari: noormuslima.com)

5. Benteng hawa nafsu dan godaan setan
Salah satu manfaat menikah lainnya adalah menjadi benteng diri dari perbuatan haram. Sehingga dapat menjaga mata dan kemaluan dari yang tidak halal. Karena libido eksual dapat tersalurkan secar benar dan halal pada pasangan kita setelah menikah.

“Wahai para pemuda, siapa yang sudah memiliki kemampuan, maka menikahlah. Karena itu lebih membuat  menundukkan pandangan dan akan lebih menjaga kemaluan. Siapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa akan menjadi benteng untuknya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

6. Menyenangkan dan menentramkan hati
Menikah akan menentramkan jiwa muda mudi. Karena salah satu tujuan pernikahan adalah untuk mendapatkan ketentraman. Secara psikologis juga kita akan membuat tentram disisi pendamping. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat Ar-Rum ayat 21:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia (Allah) menciptakan bagimu istri-istri dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya.”

7. Melipat gandakan pahala
Menikah membuat ladang amal semakin bertambah. Karena memberi nafkah istri, bersabar atas kelakuannya yang kurang baik, mendidiknya serta mendidik anak mengandung pahala yang sangat besar yang hanya bisa didapatkan oleh mereka yang menikah dan berumah tangga.

“Jika seseorang menafkahi keluarganya dengan mengharapkan pahala maka dia mendapatkan pahala bersedekah.” ( HR. Bukhari dan Muslim)

“Shalat 2 rakaat orang yang sudah berkeluarga lebih lebih utama 70 rakaat daripada shalat yang belum menikah” (HR. Ibnu Ady)

8. Manfaat seksual
Menyenangkan dan berpahala. Itulah kata yang sering diucapkan para pengantin baru ^_^. Tidak salah memang, pasangan yang awalnya tidak halal setelah menikah berubah 180 derajat bukan cuma halal tapi berpahala.

“Duhai Rasulullah, orang-orang kaya telah berangkat dengan membawa banyak pahala. Mereka shalat sebagaimana kami juga shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami juga berpuasa, namun mereka bisa bersedekah dengan kelebihan pada hartanya.” Rasulullah mengatakan, “Bukankah Allah telah menciptakan untukmu sesuatu yang bisa juga disedekahkan? Yaitu, setiap tasbih adalah (termasuk) sedekah, setiap tahmid adalah (termasuk) sedekah, setiap tahlil adalah (termasuk)  sedekah, menyuruh pada kebaikan adalah (termasuk) sedekah, melarang kemunkaran adalah (termasuk) sedekah, dan hubungan badan kalian (dengan istri) adalah (termasuk) sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah jika salah seorang di antara kami melampiaskan syahwatnya dia mendapat pahala?” Rasulullah menjawab, “Bagaimana pendapat kamu sekalian jika dia melampiaskan syahwatnya pada sesuatu yang haram, apa dia berdosa? Demikian juga jika dia melampiaskannya pada yang halal (istri), maka ia mendapat pahala.” (HR. Muslim)

Selain berpahala, ada manfaat eks bagi kesehatan atau manfaat bersetubuh bagi yang sudah menikah. Sebagaimana telah dibuktikan oleh banyak penelitian secara ilmiah di zaman modern sekarang ini, diantaranya adalah sebagai berikut:

Menambah kecantikan
Saat bercinta atau melakukan hubungan suami istri, wanita akan memproduksi hormon estrogen dalam jumlah yang cukup banyak. Hormon ini dapat membuat membuat kulit menjadi tambah halus dan rambut semakin berkilau.

Membuat langsing
Bercinta atau berhubungan intim pastinya membutuhkan energi yang tidak sedikit. Dengan demikian hubungan eksual dengan pasangan kita dapat membakar kalori. Berdasarkan penelitian ilmiah, melakukan kegiatan foreplay atau pemanasan seperti bercumbu sebelum melakukan penetrasi dapat membakar 2 kalori dalam tubuh setiap menitnya, sedangkan setelah penetrasi akan membuat tubuh rata-rata membakar 6 kalori dalam setiap menitnya. Tapi, hal ini juga tergantung berat badan kedua pasangan, berbagai gerakan dan gaya juga lama waktu melakukan hubungan eks suami istri tersebut.

pasangan islam
Menikah, halal dan sehat
(Foto dari: portaldki.com)

Anti stres dan
depresi
Penelitian ilmiah secara empiris telah membuktikan bahwa hubungan eks dapat melepaskan endorfin ke dalam aliran darah sehingga dapat menimbulkan perasaan tenang dan bahagia. Selain itu, hubungan eksual juga bisa menghilangkan kegelisahan dan kecemasan yang disebut para peneliti sebagai obat penghilang kecemasan atau obat penenang yang 10 kali lipat lebih efektif dibandingkan obat valium.

Menghaluskan kulit & mengencangkan otot
Hubungan intim atau hubungan suami istri jua bermanfaat bagi kesehatan kulit. Bercinta memproduksi banyak keringat sehingga dapat membersihkan pori-pori, membuat kulit bersinar dan mengurangi resiko ruam, dermatitis dan menghilangkan flek hitam. Selain itu, ML atau making love alias bercinta juga membuat seluruh otot tubuh bekerja, sehingga membuat otot kencang dan setara dengan berenang 20 lap. Keren khan ^_^

Mengobati pilek dan sakit kepala
Manfaat seks lainnya adalah mengobati pilek dan sakit kepala. Hubungan eks suami istri bisa menjadi anthistamin alami yang dapat menyembuhkan pilek juga gejala demam yang lainnya. Hubungan intim juga mampu melepaskan ketegangan yang biasa membatasi pembuluh darah di otak saat kita mengalami sakit kepala, sehingga migrain atau sakit kepala akan jauh lebih ringan dan bahkan sembuh.

Menghilangkan bau badan
Tubuh yang aktif saat melakukan hubungan eksual akan mengeluarkan hormon feromon penyebab bau badan dalam jumlah yang cukup besar, sehingga dapat nantinya akan terbebas dari bau badan.

Itulah definisi nikah dan manfaat menikah dari berbagai segi. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa menikah itu sehat, halal dan banyak mendulang pahala. Walaupun perjalanan hidup manusia penuh dengan ujian, semoga pembaca semua mendapatkan kebahagiaan dalam membina rumah tangga. 
Terima kasih telah membaca artikel tentang pengertian menikah, definisi nikah. Apabila artikel ini bermanfaat silakan dibagikan, terima kasih.

Tags: walimah nikah